7 Destinasi Air di Purworejo: Eksplore Pantai dan Air Terjun Tersembunyi yang Kian Populer

Posted on


PR JABAR

– Kabupaten Purworejo di bagian Selatan Jawa Tengah mungkin belum menonjol sebagai tujuan pariwisata utama di Indonesia. Namun, tahun 2025 bisa jadi momen penting untuk daerah yang sebelumnya lebih dikenal karena bidang pertaniannya serta asal-usul para pekerja migran. Saat ini, secara bertahap namun pasti, Purworejo sedikit demi sedikit membentuk citra dirinya sendiri sebagai surga bagi pelbagai tempat wisata aliran air — dari pantai-pantai tropis di Samudera Hindia sampai deretan air terjun tak tersentuh di bawah Pegunungan Menoreh.

Tidak hanya wisatawan biasa saja yang tertarik, tetapi juga pencari konten digital yang mengungkap pemandangan-pemandangan baru dan Instagram-able yang masih jarang diketahui orang lain. Menggunakan daya tarik alami serta harga yang murah hati, Purworejo muncul sebagai opsi liburan alternatif bagi mereka yang ingin istirahat atau cukup merasakan keterhubungan dengan alam.


Pantai Jatimalang: Di antara Gelombang Laut dan Kesenian

Pencarian kita berawal dari Pantai Jatimalang di Kecamatan Purwodadi, sebuah tempat tujuan wisata laut yang telah lama diketahui oleh penduduk setempat. Walaupun tidak sedemikian terkenal seperti pantai-pantai di Gunungkidul atau Kebumen, Pantai Jatimalang memiliki pesona uniknya sendiri.

Pantai pasir hitamnya yang lembut membentang luas dan menyatu indah dengan gelombang laut selatan yang garang tetapi memesona. Akan tetapi, keindahan utama dari Jatimalang tidak sekadar pada pemandangannya saja, melainkan juga adanya patung besar Dewaruci yang menjulang sekitar enam meter tingginya tepat di pinggiran pantai. Karyaan sang seniman Nyoman Alif tersebut menunjukkan sebuah kapal legenda seperti ada dalam cerita wayang Jawa, memberikan nuansa budaya yang mendalam di antara panorama lautan.

“Di waktu senja, sinar matahari tepat menerangi patung itu. Bayangannya cantik untuk diabadikan dalam foto,” ungkap Farhan (27), seorang pengunjung dari Yogyakarta yang khusus datang bersama komunitas fotografi-nya.

Sepanjang tepian pantai tersebut, terdapat belasan warung kecil yang menawarkan hidangan seperti ikan bakar, cumi goreng, dan sate udang. Semuanya dihidangkan dengan bahan-bahan segar tanpa menguras isi dompet Anda. Tidak mengherankan jika pada masa liburan Idulfitri kemarin, Pantai Jatimalang melihat peningkatan jumlah kunjungan menjadi lebih dari dua puluh ribu orang selama seminggu.


Pantai Ketawang serta Genjik: Damai di Hujung Grabag

Menuju kearah barat, kita berjalan melalui jalanan pedesaan yang mengantarkan kita kepada Pantai Ketawang dan Pantai Genjik di wilayah Kecamatan Grabag. Ke dua tempat pesisir tersebut belum banyak tersentuh pengembangan—sedikit fasilitasnya namun hal itu sebanding dengan kurang adanya kerumunan orang.

Pantai Ketawang, contohnya, menyajikan area pasir yang luas serta gelombang tidak begitu besar. Terdapat pula beberapa kapal nelayan di berbagai posisi, seperti penjaga tenang untuk tepi pantai yang sunyi. Sedangkan Pantai Genjik memberikan nuansa lebih natural, dengan tanaman pinggir pantai yang tetap bertahan secara liar dan ada juga kursi-kursi sederhana hasil kerja masyarakat setempat.

Terkadang kita muncul di sana menjelang senja cuma untuk menikmati matahari terbenam,” ungkap Rina, salah satu penduduk Desa Grabag. “Jika beruntung, dapat menyaksikan langit yang mencampurkan warna orange dan ungu. Sangat mempesona.

Tidak jauh dari sana, Pantai Pasir Puncu menjadikan penduduk setempat dapat merasakan kesenangan pantai dengan perjalanan singkat dan tidak perlu mengemudi terlalu lama menuju kota.


Curug Siklothok serta Curug Silangit: Tempat Segar Di Serambi Rimba

Dari tepian pantai, kami berganti arah menuju daerah pegunungan. Di desa Kaligono, kecamatan Kaligesing, terselip satu air terjun mini yang menarik untuk dikunjungi oleh mereka yang tidak minder meluangkan waktu sejenak melewati jalur trekking dari jalan utama. Air terjun tersebut bernama Curug Siklothok, dengan ketinggian sekitar 12 meter dan diapit oleh padatnya hutan bambu serta deretan pepohonan pinus.

Pergi ke curug dilakukan melewati jalan setapak tanah bersamaan dengan anak tangga dari bebatuan. Angin segar menyapa sejak awal perjalanan, disertai bunyi alam yang hampir tidak tersentuh. Ada juga beberapa wisatawan yang lebih memilih tiba saat subuh untuk meditasi ataupun hanya menenangkan diri dengan mencelupkan kaki di kolam natural yang terbentuk di dasar air terjun.

Di dekat lokasi tersebut, Curug Silangit di Desa Somongari menyajikan panorama mirip. Akan tetapi, untuk mencapai Silangit agak lebih sulit. Meski begitu, pengalaman mengagumkannya—dengan hamparan hutan serta bunyi air terjun yang bergemericik di celah bebatuan—memberi kesan petualangan luar biasa.

Harga tiket untuk mengunjungi kedua air terjun tersebut cukup murah, sekitar Rp3.000 sampai dengan Rp5.000 tiap individu. Manajemen dijalankan oleh masyarakat lokal, sehingga menjadi salah satu model perekonomian pariwisata berbasis komunitas yang sedang tumbuh.


Ciblon Park: Tempat Wisata Modern di Area Utara

Purworejo tidak hanya bergantung pada pesonanya saja, tetapi kini sudah memulai langkah baru dengan pembuatan objek wisata buatan. Salah satunya yang telah menarik banyak perhatian adalah Ciblon Park yang terletak di Desa Sidomukti, Kecamatan Bener.

Dibuka resminya pada awal tahun ini, taman rekreasi air ini dengan cepat menjadi perbincangan di media sosial karena desain moderennya serta suasana yang menyenangkan untuk keluarga. Berbagai fasilitas seperti kolam arus, seluncuran, dan zona bermain anak dirancang secara apik dalam satu kawasan yang terjaga kebersihannya.

“Tujuan utama kita adalah keluarga muda,” ungkap manajer Ciblon Park.

“Kami berharap mereka memiliki alternatif hiburan yang terdekat, ekonomis, dan nyaman,” tegasnya.


Taman Air Kolam Artha Tirta: Tempat Favorit di Jantung Kota



Untuk penduduk Kota Purworejo, Kolam Renang Artha Tirta telah lama menjadi destinasi akhir pekan yang digemari. Letaknya yang ideal di tengah kota serta berbagai fasilitas yang tersedia, seperti kolam untuk anak-anak hingga orang dewasa dengan kedalaman yang beragam, membuat lokasi ini menarik. Kehadiran suasana yang bersih dan nyaman ditambah tarif masuk yang murah menjadikan tempat ini pilihan utama ketika sedang musim libur.


Purworejo dan Kemungkinan Bisnis Pariwisata di Masa Mendatang

Pemkab Purworejo saat ini semakin mendukung pertumbuhan industri pariwisata di wilayahnya, dengan menekankan pada peningkatan daya tarik sumberdaya setempat serta melibatkannya dalam proses tersebut. Berbagai upaya seperti mempromosikan secara daring, meningkatkan infrastruktur jalan menuju destinasi wisata, sampai memberi pelatihan kepada guide lokal pun telah dimulai.

Dengan potensi alam yang masih belum sepenuhnya dieksplorasi dan jiwa kreatif yang semakin berkembangan, Purworejo nampaknya tidak hanya menjadi destinasi transit menuju Jogja atau Magelang saja. Kini ia sedikit demi sedikit bangkit sebagai tujuan pariwisata unik sendiri, menyambut setiap orang untuk istirahat sebentar, mencicipi ketenangan di sana, serta kemungkinan besar, memulihkan pemahaman tentang petualangan yang sederhana. ***