,
Boyolali
– Warga di area RW 4 Desa Sruni, Kecamatan Musuk yang terletak di bagian timur daya Gunung Merapi dalam kabupaten tersebut mengalami hal serupa.
Boyolali
, Jawa Tengah, akan menyelenggarakan perayaan Syawalan atau Lebaran Ketupat pada tujuh hari setelah Idul Fitri tahun 2025, yakni pada tanggal 7 April 2025.
Pada kebiasaan tersebut, seluruh penduduk desa akan mempersembahkan binatang peliharaan mereka, terutama kerbau dan kambing, lalu membawanya berjalan melintasi setiap sudut kampung. Oleh karena itu, ritual tersebut juga disebut sebagai Bakda Sapi.
Rangkaian acara
Syawalan
Atau Pesta Sapi dimulai dengan perayaan ketupat yang dihadiri oleh seluruh penduduk dari wilayah RW 4 yang mencakup berbagai dusun seperti Mlambong, Rejosari, Gedongsari, Tegalsari, dan Wonodadi. Di saat tersebut, Bupati Boyolali Agus Irawan beserta sekelompok pejabat Forkopimca Boyolali juga terlibat dalam kegiatan tersebut.
Setiap penduduk membawa mangkok penuh dengan ketupat serta berbagai jenis lauk-pauknya. Terdapat sate, opor ayam, dan sambal goreng. Sesudah melaksanakan doa bersama, seluruh warga kemudian makan bersama-sama. Tidak ketinggalan mereka pun menyertakan para tamu yang berasal dari luar desa tersebut untuk turut ambil bagian dalam acara makan bersama ini.
Setelah merayakan ketupat, para penduduk kemudian pulang ke tempat tinggal mereka. Serangkaian perayaan dilanjutkan dengan pawai sapi. Dalam tahap ini, orang-orang membawa sapinya sendiri dalam sebuah prosesi melingkari desa. Menariknya, setiap sapi telah dipersiapkan dengan indah; mereka menggunakan penataan rambut yang menarik, memakai kalungan ketupat, dan dibubuhi parfum semburan minyak wangi. Lebih awal pada hari tersebut di waktu subuh, sapi-sapi sudah dicuci bersih. Penduduk juga menyajikan hidangan berupa ketupat kepada binatang ternak tersebut.
Seluruh penduduk, baik orang dewasa maupun anak-anak, laki-laki dan perempuan, terlihat sangat bersemangat dalam membimbing kerbau-kerbau tersebut sambil menarik ikatan pada mereka. Beberapa juga ada yang naik di atas kerbau milik mereka sendiri, khususnya untuk kerbau bertubuh besar.

Penduduk mengarak sapi-sapi sebagai bagian dari perayaan Syawalan atau Bakda Sapi yang diselenggarakan di Desa Sruni, Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah pada hari Senin, 7 April 2025. TEMPO/Septhia Ryanthie
Pada bagian paling depan dari perarakan ada seekor sapi, diikuti oleh tumpukan besar yang memuat produk pertanian. Tumpukan tersebut selanjutnya menjadi incaran bagi para penonton yang hadir untuk melihat parade ini.
PemimpinRW 4 dari Desa Sruni dan juga figura terkemuka di komunitas lokal, Jaman, menyampaikan tentang pelaksanaan warisan adat tersebut.
Bakda Sapi
Itu dijadikan sebagai ekspresi terima kasih penduduk kepada Sang Pencipta yang memberikan karunia berupa sumber daya alam dan harta ternak bagi warga kampung.
“Kejadian ini telah terjadi secara turun-temurun selama bertahun-tahun. Dari sudut pandang filsafat, kebiasaan ini dilakukan untuk meningkatkan rasa persatuan serta keseluruhan komunitas,” jelas Jaman kepada para jurnalis.
Bupati Agus Irawan menekankan pentingnya mempertahankan kebiasaan itu sambil berusaha meningkatkan industri peternakan dan pertanian masyarakat. “Saya telah secara khusus meminta lembaga yang relevan untuk menyisihkan dana guna mensupport perhelatan di tahun depan. Semoga dengan begitu, acaranya akan menjadi lebih meriah lagi,” ungkap Agus.

![Attachment for [QUIZ] Temukan Jati Diri Anda: Pilih Bolu Panggang atau Bolu Kukus untuk Ketahui Negara yang Sesuai dengan Karakter Anda!](https://travel.pasarmodern.com/wp-content/uploads/2025/04/AA1DGtmC-200x135.jpg)


