,
Jakarta
– Video yang menunjukkan wisatawan mancanegara sedang merokok dan mengonsumsi alkohol di perairan dekat kepulaun Phi Phi, Krabi, telah menciptakan heboh di masyarakat.
Thailand
marah. Pengguna media sosial di negara itu meminta video itu diusut. Video tersebut diunggah di halaman Facebook Hod Jung Changwat Phuket, yang juga dikenal sebagai Brutal Phuket.
Di dalam klip itu, sekumpulan wisatawan laki-laki dan perempuan tampak sedang bermain di lautan, lokasinya diduga dekat dengan tepi pantai.
Phi Phi Islands
Area tersebut merupakan bagian dari taman nasional. Mayoritas orang memiliki rokok yang masih menyala dan kaleng minuman beralkohol yang sudah dibuka.
Banyak penduduk Thailand bertanya-tanya kenapa pemandunya tidak berbuat sesuatu. Mayoritas pengguna media sosial menyalahkan pembimbing wisata tersebut dan mengharapkan adanya sanksi karena kelalaiannya.
Saengsuri Songthong, yang merupakan kepala Taman Nasional Hat Noppharat Thara-Mu Ko Phi Phi, menyampaikan pada hari Sabtu, tanggal 26 April 2025, bahwa pihaknya sangat serius dalam menangani kasus tersebut. Saat ini video itu tengah diinvestigasi lebih lanjut oleh tim mereka.
Kejadian tersebut diyakini berlangsung pada Rabu. Adapun orang-orang yang ada di dalam video diduga wisatawan Rusia yang menyewa perahu untuk bepergian ke daerah Teluk Pileh.
Denda untuk Operator Wisata
Apabila tuduhan tersebut terbukti benar, sang pengemudi kapal dapat dijatuhi hukuman denda senilai 5.000 bath atau kira-kira Rp 2,5 juta lantaran telah memasukkan minuman keras ke dalam zonasi taman nasional dan juga akan mendapatkan teguran pertama.
Saengsuri menyebutkan bahwa baik operator pariwisata ataupun tamu yang berkunjung harus memperhatikan hal ini.
taman nasional
yang disebutkan tersebut perlu menjaga kebersihan dan keteraturan. Apabila ada pelanggaran, maka baik pengunjung maupunoperator tempat wisata harus bersiap untuk mendapatkan tindakan hukum.
Kejadian itu terjadi satu minggu setelah pemberhentian aktivis lingkungan Siranudh “Psi” Scott dari posisi penasehat utama Departemen Taman Nasional, Satwa Liar, dan Konservasi Tumbuhan. Siranudh menghadapi kritikan dari sebagian orang lantaran gaya kerjanya yang keras saat menangani pengunjung tidak bertanggung jawab di taman laut.
Pembatasan Merokok di 24 Pantai Thailand
Pemerintah Thailand telah mengeluarkan aturan pelarangan merokok di 24 pantai yang terletak di 15 propinsi mulai tahun 2018. Beberapa pantainya berada di daerah seperti Phuket, Koh Samui, dan lainnya.
Krabi
Larangan tersebut diberlakukan karena adanya peningkatan jumlah butts rokok yang dibuang sembarangan di pinggiran pantai. Berdasarkan hasil survey yang dilakukan oleh Kementerian Sumber Daya Alam Laut dan Pantai Thailand (DMRC), filter rokok menjadi kontributor terbesar dalam daftar sampah pantai dengan persentase mencapai satu pertiga total sampah laut yang berhasil ditelusuri pihak berwenang. Lebih lanjut lagi, regu pengamati juga menemukan fakta bahwa mereka telah memilah lebih kurang 138 ribu batang butt rokok hanya pada area pasir pantai Patong selama periode dua setengah kilometer di Phuket.
Pemerintah Thailand telah menerapkan tindakan ini guna membatasi emisi polutan dari asap rokok serta limbah. Canggihgan rokok yang tertimbun dalam pasir, bila tidak segera dibersihkan, dapat melepaskan senyawa berbahaya semisal arsenik dan timbal. Senyawa-senyawa tersebut bisa mencemari perairan ketika terjadi kontak dengan air, sehingga merusak kesehatan ekosistem dan lingkungan setempat.
Jika seseorang ketahuan merokok di pantai, mereka dapat ditahan selama setahun atau diminta untuk membayar denda sebesar 100.000 baht (melebihi 50 juta rupiah), atau bahkan kedua-duanya. Para pengunjung boleh merokok di zona terbatas yang berada di luar area pantai.
BANGKOK POST | TIMES OF INDIA


![Attachment for [QUIZ] Temukan Jati Diri Anda: Pilih Bolu Panggang atau Bolu Kukus untuk Ketahui Negara yang Sesuai dengan Karakter Anda!](https://travel.pasarmodern.com/wp-content/uploads/2025/04/AA1DGtmC-200x135.jpg)

