Aurora Diprediksi Berkilau di Korea Selama Musim Panas

Posted on





,


Jakarta




Aurora

dikenal sebagai fenomena langit yang biasanya hanya terlihat di wilayah kutub utara atau selatan. Tak heran jika banyak yang mengejar fenomena ini sampai ke Norwegia, Islandia, Alaska atau ke Australia. Namun aurora diperkirakan akan terlihat di Korea saat musim panas ini.

Aurora terjadi saat partikel bermuatan super dari matahari melaju ke bumi dengan kecepatan hingga 72 juta kilometer per jam. Saat partikel tersebut bertabrakan dengan atmosfer atas, medan magnet bumi bertindak seperti perisai pelindung, mengarahkan partikel tersebut ke kutub utara dan selatan. Di sana, interaksi antara partikel matahari dan gas atmosfer menciptakan pita cahaya menakjubkan yang berkilauan di langit malam.

Peningkatan aktivitas matahari

Di belahan bumi utara fenomena ini disebut aurora borealis, dengan lokasi pengamatan populer Tromso di Norwegia, Rovaniemi di Finlandia, Yellowknife di Kanada, Islandia, dan Alaska di Amerika Serikat. Sedangkan sedangkan di belahan bumi selatan dikenal dengan aurora australis, yang dapat dilihat Antartika, Tasmania di Australia, dan Pulau Stewart di Selandia Baru.

Namun dalam kondisi tertentu aurora juga dapat muncul di wilayah yang tidak terduga. Dalam sejarah

Korea

,, menurut catatan kuno termasuk ‘Samguk Sagi’, ‘Goryeosa’, dan ‘The Veritable Records of the Joseon Dynasty’, berisi deskripsi cahaya misterius di langit malam yang diyakini sebagai aurora, seperti dikutip dari

Kgunews

. Bahkan di zaman modern, badai geomagnetik yang kuat pada tanggal 30 Oktober 2003, menyebabkan aurora diamati dari Observatorium Bohyunsan di Gyeongsangbuk-do.

Menurut NASA tahun 2025 menandai maksimum matahari, suatu periode dalam siklus 11 tahun Matahari. Ketika aktivitas bintik matahari meningkat dan menyebabkan angin matahari lebih kuat yang dapat berinteraksi dengan medan magnet bumi, meningkatkan kemungkinan auroa muncuk di wilayah lintang tengah di luar zona kutub, di wilayah seperti Korea.

“Aurora terjadi saat aktivitas matahari sedang tinggi, dan kita mengalami aktivitas semacam itu musim panas ini,” kata Won Chi-bok dari Korean Amateur Astronomical Society seperti dilansir kepada

The Korea Times

.

Tempat melihat aurora di Korea

Cara mengamati Korea dapat dilakukan di lokasi dengan polusi cahaya minimal dan pemandangan

langit

gelap terbuka. Ada tiga lokasi yang direkomendasikan Won Chi-bok. Pertama Gunung Gwangdeok di Hwacheon Provinsi Gangwon, sebagai tempat pengamatan utama. “Mudah diakses, ada observatorium di puncaknya, dan letaknya di antah berantah, jadi hampir tidak ada polusi cahaya,” katanya.

Kedua adalah Gunung Taebaek yang juga berada di Provinsi Gangson. Tempat ini sudah menjadi tujuan populer bagi para pengamat bintang. Puncaknya, yang bebas dari polusi cahaya perkotaan, menarik pengunjung sepanjang tahun.

Ketiga lebih dekat ke Seoul, area perbatasan antar-Korea di dekat Paju atau Area Zona Demiliterisasi Paju di Provinsi Gyeonggi. Pemandangan Korea Utara yang tidak terhalang juga menawarkan titik pandang yang jelas, meningkatkan peluang untuk melihat aurora jika kondisinya tepat.

Tips melihat auroa

Selain berbagi destinasi, Won juga mengungkapkan beberapa kiat untuk melihat aurora. Pertama pilih malam dengan langit cerah. Tetapi sebaiknya menghindari malam saat bulan terlalu terang, karena cahaya bulan pun dapat mengganggu cahaya redup aurora.

Fokuskan perhatian pada langit utara, tempat aurora biasanya muncul. Kalau menggunakan telepon pintar atur dengan mode sudut lebar atau panorama untuk menangkap cakupan penuh layar. “Ponsel ternyata sangat efektif dalam menangkap cahaya dan warna,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *