Wawancara Eksklusif Korban Travel Umrah di Bengkulu Utara: Tabungan 10 Tahun untuk Orang Tua Raib

Posted on

Penipuan Paket Umrah di Bengkulu Utara, Ratusan Juta Rupiah Hilang

Sebanyak 13 korban dari Kabupaten Bengkulu Utara melaporkan dugaan penipuan terkait paket perjalanan umrah. Laporan ini dilakukan setelah mereka mengalami kerugian hingga total Rp415 juta. Setiap korban mengalami kerugian yang bervariasi, mulai dari Rp35 juta hingga Rp70 juta.

Kasus ini terungkap setelah polisi menangkap dua pelaku penipuan, yaitu sepasang suami istri berinisial SH (34) dan JT (38). Mereka ditangkap setelah laporan diterima oleh pihak kepolisian. Seorang korban bernama Ade Andeska menceritakan pengalamannya dalam wawancara eksklusif. Ia menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk mengumpulkan uang sebesar Rp50 juta demi memberangkatkan orang tuanya umrah. Namun, impian tersebut kandas setelah ia menjadi korban penipuan.

Ade mengatakan bahwa awalnya ia tidak menyangka akan tertipu. Ia mengenal agen travel tersebut melalui tetangga yang juga memiliki hubungan keluarga. Agen ini menawarkan paket umrah dengan harga terjangkau dan fasilitas lengkap. Awalnya, Ade merasa percaya karena agen tersebut menunjukkan dokumen yang menyerupai legalitas resmi.

Pembayaran dilakukan secara bertahap, dimulai dengan uang muka sebesar Rp5 juta per orang. Setelah itu, pelaku meminta pelunasan sebelum keberangkatan. Namun, beberapa kali penundaan terjadi tanpa alasan yang jelas. Awalnya, keberangkatan dijadwalkan pada 8 April 2025, namun ditunda karena visa belum terbit. Kembali ditunda pada 4 Juni 2025 karena alasan keluarga pelaku meninggal dunia. Akhirnya, keberangkatan dijanjikan pada 20 Juli 2025, meskipun alasan yang diberikan tidak jelas.

Ade mulai curiga saat penundaan kedua terjadi. Meski begitu, agen tetap meyakinkan korban untuk terus mengikuti proses. Bahkan, agen tersebut sempat membagikan perlengkapan umrah dan berkunjung ke rumah korban. Setelah beberapa bulan tanpa kejelasan, Ade dan korban lain akhirnya melaporkan kasus ini ke polisi.

Respons dari pihak kepolisian sangat baik. Mereka menangani laporan dengan serius dan segera melakukan penyelidikan. Hingga saat ini, ada empat orang yang diduga terlibat dalam kasus ini. Polisi masih terus mengembangkan kasus agar bisa menemukan pelaku lain jika ada.

Dampak emosional dari kejadian ini sangat besar bagi Ade. Ia merasa kecewa karena hal ini menyangkut ibadah. Dari segi ekonomi, kerugian yang dialaminya sangat berat. Mengumpulkan uang sebanyak itu dalam kondisi saat ini sangat sulit. Selain itu, banyak korban lain yang juga memiliki hubungan keluarga dengan Ade, sehingga dampaknya dirasakan secara langsung.

Ade berharap proses hukum dapat segera diselesaikan. Ia juga berharap pemerintah lebih ketat dalam mengawasi biro umrah agar kasus seperti ini tidak terulang lagi. Pesan untuk para pelaku adalah agar mereka menjadikan ini sebagai pelajaran dan berhenti melakukan tindakan ilegal. Untuk masyarakat, Ade menyarankan agar hanya mendaftar melalui perusahaan yang memiliki legalitas resmi dan diawasi pemerintah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *