Pengalaman Naik KM Bukit Raya dari Jakarta ke Natuna yang Berbeda
Ketika kembali menumpang Kapal Pelni KM Bukit Raya untuk perjalanan laut dari Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta menuju Pelabuhan Selat Lampa, Natuna, ada banyak hal yang berbeda dibandingkan pengalaman sebelumnya. Dulu, pada tahun 2004, perjalanan ini penuh dengan keramaian, kesemrawutan, dan kekacauan. Kini, pengalaman naik KM Bukit Raya terasa lebih tertib, nyaman, dan bersih.
Tiket Online dan Proses Masuk yang Lebih Teratur
Dulunya, penumpang harus datang jauh-jauh hari untuk membeli tiket secara manual di loket. Kini, proses pembelian tiket sudah bisa dilakukan secara online melalui aplikasi resmi Pelni atau agen tiket daring. Nomor tempat tidur sudah tercetak di tiket, sehingga tidak lagi diperlukan perbuatan seperti berebut atau menandai ranjang dengan tas dan kardus.
Saat tiba di Terminal Penumpang Tanjung Priok, proses check-in berjalan rapi. Petugas memandu jalur masuk penumpang, pemeriksaan barang dilakukan cepat, dan semua berjalan tanpa dorong-dorongan. Penumpang masuk kapal menggunakan galbarata yang sejuk, mirip dengan pengalaman naik pesawat terbang.
Fasilitas Kapal yang Lebih Bersih dan Nyaman
Masuk ke kabin, suasana bersih dan terawat langsung menyambut. Kamar penumpang memiliki tempat tidur bersih, toilet beraroma segar, serta ruang makan yang luas. Di dek atas, tersedia kursi santai untuk menikmati pemandangan laut atau sekadar menghirup udara segar sambil menikmati makanan ringan dan kopi.
Kru kapal juga aktif memberikan informasi, mulai dari jadwal makan, peringatan keselamatan, hingga pengumuman singgah di pelabuhan. Lantai kapal mengilap, ventilasi udara lebih baik, dan suasana terasa jauh lebih nyaman dibanding perjalanan pertama saya pada 2004.
Rute Perjalanan dan Pelabuhan Singgah
Perjalanan dari Jakarta ke Natuna tidak langsung, tetapi melalui beberapa pelabuhan penting di jalur barat Indonesia. Berikut urutan rutenya:
- Tanjung Priok, Jakarta – Titik awal perjalanan. Kapal biasanya berangkat sore atau malam hari.
- Pelabuhan Blinyu, Bangka Belitung – Singgahan pertama setelah sekitar 30 jam pelayaran. Aktivitas bongkar muat hasil laut dan perkebunan cukup ramai.
- Pelabuhan Kijang, Bintan – Pelabuhan besar di Kepulauan Riau yang ramai penumpang. Sebagian penumpang menuju Tanjungpinang atau Batam.
- Pelabuhan Letung, Kepulauan Anambas – Singgahan di pulau eksotis dengan laut jernih. Banyak penumpang turun untuk liburan.
- Pelabuhan Tarempa, Anambas – Pusat pemerintahan Kabupaten Kepulauan Anambas. Aktivitas pelabuhan cukup sibuk dengan kapal nelayan dan perahu antar pulau.
- Pelabuhan Selat Lampa, Natuna – Titik akhir perjalanan, gerbang utama menuju Ranai, ibu kota Kabupaten Natuna.
Total waktu tempuh dari Tanjung Priok hingga Selat Lampa biasanya 4–5 hari, tergantung kondisi cuaca dan jadwal sandar.
Makanan di Kapal: Tidak Takut Lapar
Pihak Pelni menyediakan makan tiga kali sehari untuk semua penumpang, lengkap dengan lauk, sayur, dan minuman. Menu bervariasi setiap hari, dari nasi dengan ayam goreng hingga ikan kuah kuning khas pelayaran.
Selain itu, kantin kapal kini lebih variatif. Penjual resmi menjajarkan mie instan, kopi, teh, roti, camilan ringan, hingga makanan khas daerah yang dibawa penumpang untuk dijual. Hal ini membuat perjalanan jauh lebih menyenangkan karena penumpang bisa ngemil sambil menikmati angin laut di dek.
Suasana Singgah di Pelabuhan
Setiap kapal singgah, penumpang bisa sekadar turun sebentar atau tetap di atas kapal menikmati pemandangan. Di Blinyu, aroma harum kopi dan ikan asin terasa sejak dermaga. Kijang menawarkan deretan warung seafood, sementara di Letung dan Tarempa, pemandangan air laut biru kehijauan menjadi hiburan mata.
Bagi penumpang yang tidak turun, momen sandar ini tetap menarik karena aktivitas bongkar muat barang, penumpang naik turun, dan keramaian pelabuhan menjadi hiburan tersendiri.
Tips Naik KM Bukit Raya ke Natuna
- Pesan tiket jauh-jauh hari lewat aplikasi Pelni untuk memastikan mendapat tempat tidur sesuai keinginan.
- Bawa camilan dan minuman pribadi, meski di kapal banyak penjual.
- Jangan lupa obat pribadi, terutama untuk mabuk laut.
- Manfaatkan waktu singgah untuk turun sebentar dan membeli oleh-oleh di pelabuhan.




