Agar Liburan Lancar Tanpa Khawatir Dompet Kosong

Posted on

Waktu mulai berani traveling ke luar negeri, saya selalu membuat rencana baik itinerary detail sampai yang paling penting adalah perencanaan keuangan agar pulang traveling gak nangis. Jangan sampai asal berangkat tanpa menghitung biaya dengan baik dan detail, bisa-bisa dompet menangis saat pulang. Jadi saya belajar bagaimana liburan jalan terus tanpa membuat dompet menjadi tergerus. Yaitu dengan perencanaan yang matang termasuk keuangan.

Mengatur pengeluaran saat traveling mungkin terdengar ribet, tapi sebenarnya bisa jadi kebiasaan yang menyenangkan. Bukan buat membatasi diri, tapi supaya kita bisa menikmati perjalanan tanpa cemas. Kalau saya sering bilangnya, “Sudah saya budget-in. Jadi pulang traveling gak nangis. Hehe”

Nah, berikut ini saya ingin berbagi pengalaman yang sering saya lakukan agar traveling tetap menyenangkan tanpa bikin dompet menangis.

Pertama, Pahami Tujuan Perjalananmu

Langkah pertama yang saya lakukan adalah tentukan niat dan gaya traveling mau seperti apa. Contohnya, saya mau lebih banyak jalan kaki explore kota dari pagi sampai malam. Berarti saya harus membawa bawaan yang ringan, dan nyaman. Selain itu, anggarannya pun lebih hemat karena lebih banyak jalan kaki.

Contoh lainnya bagi yang suka naik gunung atau explore alam. Tentu beda kebutuhan biayanya dengan traveling ke kota yang penuh dengan makan, ngopi, dan belanja.

Tujuanmu ini akan menentukan banyak hal, mulai dari lokasi, pilihan penginapan, transportasi, hingga anggaran yang diperlukan. Ketika tahu tujuan perjalananmu, maka akan lebih realistis dalam merencanakan pengeluaran.

Kedua, Riset Biaya-biaya

Setelah tahu tujuan saya kemana dan mau ngapain, saya biasanya langsung riset biaya-biaya seperti penginapan, makan harian, jajan, dan transportasi lokal. Semua informasi saya kumpulkan dalam satu file, biasanya saya buat spreadsheet sederhana.

Seperti sekarang ini saya sedang ingin kembali menjelajahi Singapore (gak tahu kenapa Negara ini menarik saya untuk kembali lagi *senyum), maka saya akan membuat daftar pengeluaran atau kebutuhan biaya-biaya selama di sana.

Karena sudah punya tempat menginap yang nyaman, jadi saya membandingkan harganya dengan penginapan lain yang ingin saya coba. Singapore itu mahal di penginapan. Kalau traveling ke sana berdua, atau ramai anggotanya, lebih hemat menginap di hotel. Tapi kalau cuma sendiri seperti yang akan saya lakukan ini, maka dormitory hostel adalah pilihan tepat.

Kemudian untuk menentukan berapa biaya yang saya perlukan, saya mulai membuat itinerary lengkap sesuai dengan lama perjalanan saya di sana. Kali ini saya akan explore 4 hari 3 malam dengan jalan santai gak mengejar destinasi lagi.

Kalau ada destinasi baru atau tujuan kota yang baru saya akan lakukan riset dari berbagai sumber. Mulai dari tanya teman yang sudah ke sana, google reviews, baca blog, dan lain sebagainya. Ini akan membantu saya untuk menentukan batasan anggaran yang saya siap keluarkan. Tapi penting juga untuk membuat dana cadangan karena bisa jadi ketika sampai sana, semua harga berbeda. Seperti yang saya alami ketika ke Taipei, Taiwan tahun lalu *lol. Ketika mau makan dan jajan, mata saya melotot, dompet saya sudah memberi signal “Din, uang tinggal segini. Cukup yaa Din. Cukup, cukuuupp.”

Ketiga, Pilih Gaya Traveling Sesuai Dengan Kemampuanmu

Traveling atau liburan itu kan tujuannya buat mencari hiburan dan happy yaa, jangan sampai malah membuatmu sedih, susah, bahkan kecewa. Maka, pilihlah gaya traveling sesuai dengan kemampuanmu. Bijaklah ketika melihat tempat-tempat viral di sosial media, apakah cocok buatmu?

Traveling gak harus mahal untuk jadi menyenangkan. Penginapan nyaman bisa tetap terjangkau. Makan di warung lokal lebih autentik dan memberi pengalaman jadi warga lokal membuat liburanmu akan diingat sepanjang masa.

Saya lebih senang menginap di homestay dan menggunakan transportasi umum supaya merasakan vibes lokal. Hemat tetapi tetap dapat pengalaman yang berharga.

Keempat, Bawa Uang Tunai Secukupnya dan Gunakan Pembayaran Digital

Saya akan membawa uang tunai secukupnya untuk keperluan naik transportasi umum, makan, dan jajan. Hal ini bertujuan untuk mencegah saya boros atau laper mata ketika berada di sana.

Contoh, saya mau ke Singapore 4 hari 3 malam maka saya akan anggarkan :

Top Up Kartu Ez-Link SGD 50, untuk transportasi dari bandara menuju penginapan, keliling-keliling selama 4 hari dan bisa digunakan juga untuk beli minum jajan di Sevel.

Lalu untuk makan selama 4 hari itu SGD 100 karena di sana sekali makan bisa 8-10 dollar (di rumah makan sekitar Masjid Sultan seperti Hj. Maimunah).

Kemudian saya bawa uang tunai cadangan SGD 50 kalau saya ingin chill di coffee shop lebih banyak daripada jajan di Sevel.

(banyak juga yaa *nyengirtipis)

Ada lagi trik yang bisa membantu yaitu membagi uang tunai ke dalam amplop harian agar tahu batas pengeluaranmu tanpa harus repot menghitung setiap saat. Selebihnya, kadang saya suka memakan debit card agar bisa lebih terkontrol dan aman.

Jadi silakan pilih mana yang menurutmu aman, mudah, dan nyaman yaa.

Kelima, Catat Pengeluaran Harian dan Belanja Oleh-Oleh Secukupnya

Mencatat pengeluaran harian misalkan sarapan habis berapa, beli minum di Sevel habis berapa saya akan catat detail agar pengeluaran tetap on-track. Saat malam sebelum tidur, saya periksa kembali catatan itu agar bisa mengetahui sisa budget tinggal berapa, masih sesuai budget awal gak nih? Tapi hal ini sangat membantu saya untuk mencegah pengeluaran yang “ngaco” saat traveling.

Lalu, setiap traveling kadang ada aja yang nitip oleh-oleh kan? Nah, saya kadang suka tolak karena alasan gak punya bagasi, dan perjalanan saya penuh dengan blusukan serta waktu terbatas. Tapi saya suka membeli kenang-kenangan untuk saya pribadi. Seperti kartu pos dari tempat itu, kerajinan lokal tapi yang kecil-kecil agar tidak menambah beban di koper.

Beli oleh-oleh secukupnya atau cinderamata bukan soal hemat, tapi juga soal kesadaran bahwa kita datang bukan untuk belanja tapi untuk menambah pengalaman dan memberi momen berkesan. Kecuali kalau memang tujuanmu ke sana untuk shopping.

Jangan Ragu Untuk Traveling Lagi dan Lagi

Saya masih ingat ketika pertama kali ke luar Negeri langsung menjelajah ke 4 Negara di ASEAN, begitu pulang saya ditanya oleh mentor saya. “Gimana travelingmu Din?” tanpa berlama-lama saya menjawab, “Nagih!” dan gak berjarak lama saya sudah membeli tiket untuk traveling lagi.

Traveling memang senagih itu. Karena jika kita lakukan dengan bijak bukan berarti membatasi kebahagiaan, tapi justru membukanya lebih lebar. Kita jadi lebih sadar, lebih menghargai pengalaman, dan lebih menikmati setiap momen tanpa dihantui rasa khawatir soal uang.

Bagi saya pribadi, dengan perjalanan membawa saya lebih mengenal diri sendiri dan menuliskan cerita baru dalam hidup. Cerita yang paling indah lahir dengan penuh kesadaran bahwa saya melakukan perjalanan itu adalah keinginan saya dan sudah direncanakan sesuai kemampuan.

Bukan berarti juga gak bisa fleksibel. Karena kadang ada aja sesuatu yang spontan terjadi. Maka kita harus siap ketika hal-hal di luar rencana itu terjadi. Oya, penting juga untuk memiliki asuransi perjalanan, dan siapkan dana darurat ketika perjalanan.

Kira-kira seperti itu cara saya mengatur pengeluaran saat traveling. Kalau kamu gimana? Tulis di kolom komentar yaa, siapa tahu bisa jadi inspirasi buat teman-teman yang ingin traveling.