Suligi Hill, Wisata Khusus di Atas Awan yang Menawarkan Pengalaman Tak Terlupakan
Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), yang dikenal dengan julukan Negeri Seribu Suluk, memiliki destinasi wisata yang menarik bagi para pencinta ketinggian. Salah satu objek wisata yang layak dikunjungi adalah Suligi Hill atau yang dikenal sebagai “Negeri di Atas Awan”. Objek wisata ini mirip dengan Buntu Liarra di Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat, dan menawarkan pemandangan yang luar biasa.
Suligi Hill terletak di kawasan Bukit Suligi, tepatnya di Desa Aliantan, Kecamatan Kabun, Kabupaten Rohul. Puncak dari bukit ini mencapai ketinggian 812 Mdpl, membuat pengunjung merasakan sensasi berada di atas awan. Keunikan dari tempat ini adalah fenomena awan yang mengambang seperti samudra, yang hanya bisa dinikmati sekitar pukul 06.00 hingga 09.30 WIB. Oleh karena itu, pengunjung harus bermalam di puncak untuk dapat menyaksikan keindahan tersebut.
Selain pemandangan awan yang menakjubkan, pengunjung juga dapat menikmati sunrise dan sunset yang memperindah pemandangan. Keindahan alam yang ditawarkan oleh Suligi Hill membuat banyak orang ingin berkunjung dan merasakan langsung pengalaman unik ini.
Untuk mencapai puncak Suligi Hill, wisatawan dapat memulai perjalanan dari ibu kota Kabupaten Rohul, Pasir Pangaraian. Diperkirakan perjalanan memakan waktu sekitar 1,5 jam menggunakan kendaraan roda dua atau empat. Jika perjalanan dimulai dari Kabupaten Kampar, waktu tempuhnya lebih singkat, sekitar 1 jam.
Setelah sampai di Desa Aliantan, tepatnya di Simpang Koto Kampar Aliantan atau Simpang Kokar, wisatawan akan melanjutkan perjalanan sejauh 21 km menuju kaki Bukit Suligi. Perjalanan ini dapat dilakukan menggunakan kendaraan roda dua maupun empat. Di sepanjang jalan, pengunjung akan melihat keindahan alam yang hijau, termasuk Goa Garuda, Air Terjun Sikubin, Air Terjun Dayang, dan kawasan Bukit Suligi.
Di kaki bukit, wisatawan akan disambut oleh kelompok sadar wisata (Pokdarwis) dan Care Taker. Sebelum melanjutkan pendakian, pengunjung akan diajak bercengkrama dan diberikan pengarahan. Setelah itu, mereka akan dipandu oleh anggota Care Taker untuk mencapai puncak. Perjalanan ke puncak memakan waktu sekitar 2 jam, tergantung pada jumlah pengunjung.
Selama pendakian, pengunjung akan melihat pemandangan alam yang indah dan hijau. Jalur pendakian cukup menantang, dengan kemiringan hingga 65 derajat. Namun, jalur ini sudah dilengkapi tali untuk membantu pengunjung dalam mendaki. Pengalaman mendaki ini sangat cocok bagi para petualang dan pecinta alam.
Sesampainya di puncak Suligi Hill, pengunjung akan disuguhkan pemandangan yang luar biasa. Keindahan alam yang terlihat dari ketinggian 812 Mdpl membuat pengunjung merasa seolah-olah berada di negeri di atas awan. Untuk merasakan pemandangan tersebut, pengunjung harus bermalam di puncak, baik dengan cara berkemah atau menginap di tenda.
Selain pemandangan awan, pengunjung juga dapat menyaksikan matahari terbit yang memukau. Keindahan ini semakin lengkap jika dikunjungi bersama teman atau keluarga. Pengalaman yang diberikan oleh Suligi Hill tidak akan terlupakan.
Suligi Hill dikelola oleh kelompok sadar wisata yang dibawah naungan GenPI Rohul dan provinsi, yaitu Care Taker Desa Aliantan. Mereka membantu dan memandu pengunjung selama pendakian. Biaya yang dikenakan untuk masuk ke puncak adalah Rp 35 ribu per orang, termasuk biaya parkir, snack, minuman, dan lainnya. Namun, biaya sewa tenda tidak termasuk dalam harga tersebut.
Care Taker Aliantan membatasi jumlah pengunjung agar tidak melebihi kapasitas puncak. Hanya sekitar 50 pengunjung yang diterima setiap minggu, karena puncak hanya mampu menampung maksimal 50 orang.
Objek wisata Suligi Hill kini telah diakui secara nasional dan masuk nominasi Anugerah Pesona Indonesia (API) 2019 kategori Wisata Dataran Tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa Suligi Hill menjadi salah satu destinasi wisata yang patut diperhitungkan di Provinsi Riau.
