Tips biar fisik gak ngedrop saat travelling liburan dan saat pulangnya

Posted on

Berkaca dari pengalamanku sendiri yang udah banyak kemana-mana dalam 15 tahun terakhir, travelling itu melelahkan, walau naik kendaraan yang paling nyaman sekalipun. Apalagi bagi yang, maaf cakap, punya penyakit seperti aku sendiri, dimana dinding jantungku kata dokter udah mengalami pembengkakan (cardiomegaly), sehingga staminaku terbatas, gak bisa terlalu kelelahan atau ngangkat yang berat-berat.

Nah, kita sedang di masa liburan natal dan tahun baru yang cukup lama. Tentunya banyak diantara kita yang memanfaatkan masa ini untuk liburan bersama keluarga, dengan pasangan maupun secara solo.

Otak kita, yang meregulasi mekanisme biologis emosi jelas sangat membutuhkan liburan untuk “menetralisir” emosi kita yang biasanya mengalami tekanan setiap hari, entah itu karena urusan kerjaan atau urusan pribadi/keluarga. Bersamaan dengan itu, juga membuat otot-otot kita jadi lebih rileks. Sehingga pikiran kita jadi tenang dan hati jadi terasa lapang.

Tapi, klo kita gak mempersiapkan liburan dengan baik, terutama saat dalam perjalanan, bisa-bisa kita malah jadi jauh dari tujuan liburan, liburannya malah membuat kita jadi sakit. Selama dalam perjalanan, kesehatan tubuh kita akan mengalami berbagai macam tantangan yang berasal dari aktivitas fisik, perubahan cuaca/suhu udara, dan jenis makanan-minuman yang mungkin relatif berbeda.

Apa saja sih yang mesti disiapkan biar stamina kita tetap sehat dan fit selama dalam perjalanan?

Sebelum kulanjutkan, biar gak dibilang “ngecap” atau hasil karangan Ai, aku mau memperkenalkan diri sedikit. Latar pendidikan Biologi dan punya sertifikat resmi medical representive keluaran Ikatan Dokter Indonesia (IDI), membuatku mengetahui seluk beluk tubuh manusia, cara kerjanya, dan memahami apa-apa saja yang jadi penyebab penyakit dan bagaimana cara mencegahnya. Untuk penyakit-penyakit umum, aku selalunya bikin resep obat sendiri dalam dua dekade terakhir, samasekali gak pernah ke dokter, baik untuk diriku sendiri maupun untuk keluarga dan teman-teman baik.

Baiklah, berikut ini beberapa tips berdasarkan pengetahuan dan pengalamanku sendiri.

1). Menyiapkan suplemen herbal atau suplemen multivitamin yang udah diracik dalam bentuk tablet, pil atau sirup. Diminum secara rutin dengan dosis yang dianjurkan. Klo aku, selama ini selalunya minum suplemen di malam hari sebelum tidur. Biar tubuh bisa lebih baik dan lebih cepat menyerapnya saat kita tidur.

2). Konsumsi probiotik dan prebiotik. Probiotik adalah mikroba “baik” yang viable (hidup) yang mendukung ekositem mikroba di dalam sistem pencernaan kita, misalnya yogurt dan susu segar alami yang tidak dipasteurisasi. Sebaiknya diminum sebelum makan besar. Cukup satu gelas/hari. Sedangkan Prebiotik adalah makanan bagi mikrobanya yang gak bisa kita cerna, ada dalam sayur-sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan dan bawang-bawangan.

3). Jaga pola makan. Sarapan sifatnya wajib dan jangan sampai kekenyangan, cukup sebatas menghilangkan rasa lapar. Untuk waktu makan siang dan makan malam, usahakan jamnya disesuaikan dengan kebiasaan. Gak harus makan banyak, ketika waktunya udah tiba dan bila gak sempat makan besar, perut diisi dengan makanan ringan yang tidak atau sedikit mengandung lemak/minyak.

4). Konsumsi air putih secara rutin. Jangan sampai dehidrasi. Untuk minuman “ion” sebaiknya dihindari, kecuali badan terasa lemas dan diminum secukupnya aja.

5). Jaga pola dan durasi tidur. Biasanya 6-8 jam/malam. Bila lebih dari itu, bisa mempengaruhi stamina dan kesehatan tubuh. Usahakan sebisa mungkin untuk tidur bentar di siang hari, sekitar 15-30 menit.

6). Sempatkan peregangan (stretching) ringan. Ini krusial banget terutama kalau perjalanan memakan waktu lama dalam posisi duduk (di mobil, kereta, atau pesawat). Duduk diam terlalu lama bisa bikin sirkulasi darah terhambat. Setiap beberapa jam sekali, usahakan putar leher, atau berdiri sebentar gerakkan tangan dan kaki, bila kondisi memungkinkan sebaiknya ditambah dengan berjalan kaki. Tujuannya biar aliran darah tetap lancar dan otot tidak kaku.

7). Jaga kebersihan tangan (Sanitasi). Selama di perjalanan, tangan kita pasti banyak menyentuh benda-benda fasilitas umum (gagang pintu, pegangan kursi, tombol lift) yang notabene adalah sarang kuman yang tak kasat mata. Sebelum menyentuh area wajah atau memegang makanan, pastikan cuci tangan dengan air bersih, sebaiknya pakai sabun atau minimal pakai hand sanitizer. Ini benteng pertahanan pertama biar mikroba penyebab penyakit (patogen) dari jenis bakteri, jamur atau virus gak masuk ke tubuh.

Apalagi ya? Keqnya sih udah semua. Kesemuanya itu bertujuan untuk menjaga daya tahan tubuh (sistem imun) dan menjaga pola bioritme tubuh. Oiya, satu lagi. Mandi, bila memungkinkan. Waktunya sesuaikan dengan kebiasaan harian. Karena mandi ini merupakan salah satu faktor utama yang menjaga bioritme tubuh selain makan besar dan tidur.

Menjaga bioritme tubuh ini sangat penting, bila polanya berubah, tubuh “terpaksa” harus menyesuaikan diri, dan proses penyesuaian inilah yang membuat badan kita jadi terasa “gak enak” dan bila tidak didukung dengan sumber energi yang mencukupi (makanan, minuman dan suplemen), sistem imun pasti ngedrop, akhirnya jadi sakit deh.

Semoga semua tips ini bermanfaat bagi teman-teman ya, dan semoga perjalanannya lancar aman nyaman serta tujuan liburannya tercapai dengan baik.

(Ajuskoto. Serang Banten. 26 Desember 2025)