Wisata Olahraga dan Sejarah di Kota Rowing Tiongkok

Posted on

Kota Dayung: Tempat Latihan dan Warisan Budaya di Tengah Sungai Yangtze

Di pinggir Sungai Yangtze, terletak sebuah desa yang dikenal dengan sebutan Rowing Town atau Kota Dayung. Berada di Desa Majiu, Subdistrik Caoqiao, Provinsi Zhejiang, Cina, tempat ini menjadi pusat kegiatan olahraga dayung yang sangat diminati. Pada tanggal 11 Agustus 2025, pukul 15.00, cuaca masih sangat panas dengan suhu mencapai 33 derajat Celsius. Musim panas tahun ini memang terasa ekstrem, namun hal itu tidak mengurangi antusiasme para atlet muda yang berlatih di sini.

Olahraga Air di Kota Dayung

Belasan anak tampak sedang berlatih di tepi sungai. Mereka dilatih oleh seorang pelatih yang memberikan instruksi untuk melakukan pemanasan sebelum akhirnya mengambil perahu dan mulai mendayung. Anak-anak ini merupakan anggota dari Hemu Rowing Club. Usia mereka bervariasi, mulai dari yang paling muda berusia sekitar 6 tahun hingga remaja usia 16 tahun.

Mereka sedang bersiap mengikuti kompetisi internasional Head of the Charles Regatta, yang akan digelar di Boston, Amerika Serikat, pada 17-19 Oktober 2025. Kompetisi ini merupakan salah satu even dayung terbesar di dunia. Cina memiliki tradisi dayung yang kuat, dan dalam Kejuaraan Regatta Asian Games di Hangzhou 2023, Cina berhasil meraih 11 medali emas dari 14 nomor yang dipertandingkan.

Mengenal Hemu Rowing Club

Hemu Rowing Club adalah salah satu pusat pengembangan bakat atlet dayung di Cina. Klub ini memiliki lebih dari 100 anggota yang dibagi ke dalam lima kelas berdasarkan usia. Kekuatan klub ini terletak pada pelatih-pelatih yang juga merupakan atlet nasional. Selain itu, penasehat teknis klub terdiri dari mantan atlet nasional yang telah meraih prestasi gemilang.

Hemu Rowing Club rutin berpartisipasi dalam berbagai kompetisi baik domestik maupun internasional seperti Youth Championships dan Watermelon Lantern Festival Challenge. Fasilitas yang tersedia di Rowing Town memiliki standar internasional, termasuk lintasan dayung sepanjang 2.200 meter dan perahu-perahu yang sesuai dengan standar kompetisi.

Situs-Situs Bersejarah di Rowing Town

Rowing Town bukan hanya tempat latihan dayung, tetapi juga menyimpan banyak situs-situs bersejarah. Terletak di kota tua yang sudah berusia ribuan tahun, jembatan-jembatan kuno menjadi saksi bagaimana masyarakat Cina tempo dulu menggunakan Sungai Yangtze untuk kebutuhan hidup mereka.

Jembatan-jembatan ini menjadi tempat favorit bagi generasi muda untuk berfoto dan diunggah ke media sosial. Bahkan, beberapa titik di Rowing Town sering digunakan sebagai latar foto profesional. Saat berkunjung ke sana, terlihat seorang wanita dengan pakaian tradisional Cina sedang berpose untuk video promosi.

Museum Memori Budaya Jembatan

Rowing Town juga memiliki Museum Memori Budaya Jembatan. Museum ini menampilkan berbagai artefak jembatan seperti jangkar dan panorama cara pembuatan jembatan tempo dulu. Di dalam museum, pengunjung bisa mencoba permainan virtual bernama Cloud Roving, yang mirip dengan lomba dayung dengan hitungan waktu.

Selain itu, ada tempat pembuatan kue beras khas Cina yang berisi kacang merah. Pengunjung bisa mencoba membuat kue tersebut dan membawanya pulang. Menjelajahi Rowing Town bisa memakan waktu berjam-jam hingga matahari terbenam. Para atlet pun selesai menjalani latihan mereka sambil melintasi kota ini.

Kunjungan Tempo dan rombongan wartawan akhirnya berakhir dengan meninggalkan Rowing Town, yang tak hanya menjadi pusat olahraga, tetapi juga tempat pelestarian budaya dan sejarah.