Kota Solo atau Surakarta, dikenal sebagai destinasi wisata yang kaya akan budaya, kuliner, dan sejarah yang terkenal sangat populer bagi wisatawan.
Tak hanya itu, Solo juga menyimpan berbagai lokasi wisata religi yang menarik untuk dikunjungi, mulai dari masjid bersejarah hingga pura dan vihara.
Berikut deretan tempat wisata religi di Solo yang bisa menjadi pilihan ziarah spiritual bersama keluarga. Mayoritas lokasinya juga mudah dijangkau dari pusat kota.
1. Masjid Agung Surakarta
Masjid Agung Surakarta, dahulu dikenal sebagai Masjid Ageng Keraton Hadiningrat, merupakan salah satu masjid tertua yang berada di sekitar kawasan Keraton Surakarta.
Dibangun pada tahun 1749 oleh Pakubuwono III, masjid ini tidak hanya menarik secara arsitektur, tetapi juga berperan penting dalam perkembangan Islam di wilayah Jawa.
Di sini, pengunjung dapat menyaksikan bangunan kuno, koleksi benda pusaka keraton, serta gamelan sakral. Lokasinya berada di Jalan Masjid Agung Baluwarti, Pasar Kliwon, Solo.
2. Masjid Raya Sheikh Zayed
Masjid megah ini merupakan replika dari Sheikh Zayed Grand Mosque yang ada di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, dan merupakan hadiah dari Presiden UEA untuk Indonesia.
Selain menjadi tempat ibadah, masjid ini kini menjadi salah satu ikon wisata religi di Solo. Lokasinya berada di Kelurahan Gilingan, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta.
Aksesnya mudah karena dekat dengan stasiun dan terminal, serta tidak dikenakan biaya tiket masuk.
3. Gua Maria Mojosongo
Bagi umat Katolik, Gua Maria Mojosongo merupakan tempat ziarah yang patut dikunjungi. Area ini dulunya berupa semak belukar dan disulap menjadi lokasi ibadah sejak tahun 1983.
Dengan suasana yang sejuk dan dikelilingi pepohonan, tempat ini cocok untuk refleksi dan ketenangan jiwa. Alamatnya di Jalan Debegan, RT 04/RW 05, Mojosongo, Jebres, Surakarta.
4. Astana Oetara
Astana Oetara adalah kompleks makam keluarga kerajaan Mangkunegaran yang berada di Jalan Nayu, Nusukan, Banjarsari.
Didirikan pada tahun 1928, tempat ini merupakan lokasi peristirahatan terakhir K.G.P.A.A. Mangkunegara VI beserta keluarga.
Selain makam, di kompleks ini juga terdapat pendopo, galeri sejarah, dan masjid. Tempat ini ideal untuk mengenal sejarah sekaligus melakukan ziarah.
5. Pura Indra Prasta
Pura Indra Prasta menjadi bukti harmonisnya keberagaman agama di Solo. Dibangun pada tahun 1986, pura ini memanfaatkan material sisa pembangunan Pura Bhuwana Agung Saraswati.
Terdiri dari dua halaman utama yang cukup luas, pura ini berlokasi di Gang Tribusono I, Kampung Mutihan, Sondakan, Laweyan, Surakarta. Pura ini menjadi salah satu destinasi religi yang menarik bagi umat Hindu maupun wisatawan umum.
6. Vihara Dhamma Sundara
Vihara yang terletak di Jalan Ir. Juanda No. 223B, Pucangsawit, Jebres ini dibangun pada tahun 2002 oleh Sundara Husea.
Tempat ibadah umat Buddha ini menghadirkan suasana damai dan asri, sangat cocok untuk menenangkan pikiran. Arsitektur uniknya terlihat dari bentuk atap limas pada bangunan utama serta keberadaan candi putih dengan stupa besar di puncaknya.
7. Masjid Dalem Kalitan
Masjid ini berada di dalam kompleks kediaman Dalem Kalitan yang dulunya milik Ibu Tien Soeharto, istri Presiden ke-2 RI.
Masjid Dalem Kalitan dibangun sekitar tahun 1786 oleh Pakubuwono X, dan kemudian dimiliki oleh Kanjeng Gusti Ratu Alit pada 1965 sebelum dibeli oleh Ibu Tien.
Di lokasi ini, pengunjung dapat melihat berbagai peninggalan bersejarah dan mengenang perjalanan masa lampau. Letaknya di Jalan Kalitan Penumping, Timuran, Banjarsari, Surakarta.
Solo memang memiliki kekayaan tempat ibadah yang sarat sejarah dan nilai spiritual. Mengunjungi tempat-tempat ini bersama keluarga tidak hanya memberi pengalaman religius, tapi juga menambah wawasan budaya dan sejarah kota Solo.***




