Hari Raya Waisak adalah saat penting untuk umat Buddha yang diperingati secara khusyuk namun penuh semarak. Candi Borobudur menjadi lokasi utama dalam menyambut hari suci ini di Indonesia dan tiap tahun tempat ini selalu padat pengunjung. Tidak hanya umat Buddha saja, tetapi banyak warga biasa pun ikut hadir pada acara tersebut.
Di samping shalat, mereka umumnya berharap untuk ikut serta dalam pembaruan lampion saat perayaan malam Waisak. Pada kesempatan itu, atmosfer mistis segera hadir dengan langit penuh cahaya cerah dari lampion-lampion tersebut. Tentunya kamu juga tertarik untuk menyaksikan momen indah seperti itu, bukan?
Sebelum melanjutkannya, ada beberapa poin penting yang harus disiapkan untuk memastikan bahwa petualangan Anda menjadi lebih mengasyikkan. Mari kita bahas beberapa di antaranya.
saran untuk menyaksikan Festival Lampion Waisak di kompleks Candi Borobudur
berikut ini!
1. Pastikan jadwal acara Festival Lampion Waisak yang berlangsung di Candi Borobudur
Sebelum mengatur perjalanannya, pastikan Anda telah memeriksa tanggal untuk Festival Lampion Waisak di Candi Borobudur. Pada tahun 2025, acara tersebut direncanakan berlangsung pada hari Senin, yaitu tanggal 12 Mei.
Sebab antusiasme para peserta sangat besar, kegiatan itu dipecah jadi dua bagian. Bagian pertama dari pukul 18.00 sampai 20.00 WIB.
(open gate
pukul 16.30–17.30 WIB) dan sesi kedua pukul 21.00–23.00 WIB
(open gate
pukul 20.00-21.00 WIB).
Setelah mengetahui jadwalnya, kalian dapat merencanakan waktu untuk berkunjung ke Candi Borobudur. Terlebih jika Anda datang dari daerah lain di luar Magelang, pastinya akan membutuhkan tempat tinggal sementara serta moda transportasi menuju lokasi tersebut.
2. Beli karcis dari jauh hari
Agar dapat berpartisipasi dalam acara Festival Lampion Waisak di Candi Borobudur, Anda disarankan untuk membeli tiket sejak awal. Pada tahun 2025 nanti, biaya tiket biasa adalah Rp500 ribu setiap individunya dan pembelian telah dimulai dari tanggal 4 Maret pukul 08:00 Waktu Indonesia Barat, namun tiketnya ludes hanya dalam hitungan menit.
Di samping itu, tersedia pula paket tersebut.
bundling
Dengan biaya sebesar Rp3,5 juta yang mencakup dua buah tiket masuk ke acara Festival, akomodasi selama dua hari satu malam (12-13 Mei 2025), serta sarapan untuk dua individu.
shuttle
Gratis ke Candi Borobudur PP. Bagi jadwal pada tahun-tahun mendatang, Anda dapat memeriksanya melalui situs web resmi.
Instagram
resmi
@waisak.nasional
atau
@mbmi_pusat.
3. Pakailah busana yang santun dan nyaman
Sebelum menuju lokasi acara, pastikan Anda memakai baju yang sesuai.
outfit
Yang sopan dan nyaman, mempertimbangkan bahwa acara ini merupakan suatu perayaan keagamaan. Pengurus Festival Lampion Waisak di Candi Borobudur menyarankan kepada semua peserta agar menggunakan pakaian warna putih mulai ujung kepala sampai kaki.
Hindari memakai kaos lengan pendek, rok pendek, ataupun busana ketat. Sebaliknya, gunakan pakaian dari material yang dapat meresap keringat dan sepatu yang enak dipakai. Ini penting karena Anda akan tinggal di suatu area tertutup bersama banyak individu dalam waktu cukup lama.
4. Datang lebih awal
Partisipan pada acara Festival Lampion Waisak di Candi Borobudur bisa sampai puluhan ribu yang terdiri atas warga lokal dan internasional. Segera datangi lokasi sedini mungkin atau bahkan sebelum waktu resmi dimulainya event tersebut.
gate
terbuka bagi Anda yang ingin tukar tiket dengan gelang tersebut.
wristband.
Setelah
gate
Terbuka, Anda dapat segera memasuki area tersebut dan menemukan tempat yang ideal.
Apabila Anda menggunakan mobil sendiri, tiba lebih cepat memberikan manfaat yakni memungkinkan Anda mendapatkan tempat parkir di dekat gerbang masuk atau exit Candi Borobudur. Ketika acaranya usai, Anda tidak perlu berjalan terlalu jauh untuk mengambil kembali kendaraan Anda.
5. Konsumsi makanan terlebih dahulu sebelum mengudaraikan lampion
Karena terlalu antusias untuk ikut serta dalam penerbangan lampion, banyak orang yang melewatkan waktu makan mereka. Ini dapat menimbulkan berbagai masalah seperti peningkatan asam lambung, merasa letih, bahkan sampai pusing. Tentu tidak ingin hal itu terjadi, bukan? Jadi meskipun sudah datang dari tempat jauh, masih ada energi lebih untuk menikmati seluruh rangkaian acaranya, kan?
Lebih baik, Anda menyantap makanan secukupnya sebelum pergi melihat penerbangan lampion tersebut. Jika tiba lebih awal, ada kemungkinan untuk menemukan tempat makan di area seputar Candi Borobudur. Tambahan lagi, jangan lupa membawa
snack
atau camilan bergizi serta air mineral secukupnya untuk mengenyangkan perut.
6. Hargai ritual keagamaan yang sedang berjalan
Pada sebelum melepaskan lampion, sering kali diadakan sebuah upacara ritual keagamaan yang diprakarsai oleh jemaah Buddha serta para tokoh spiritual. Ritual ini meliputi doa, meditasi, dan sembahyang. Apabila Anda tidak mengikuti agama Buddha, sangat dianjurkan untuk terus menunjukkan rasa hormat saat acara berlangsung.
Hindari bicara terlalu keras, tawaran yang berlebihan, jalan di depan atau di samping mereka, serta mengambil foto.
flash
Kamera saat acara berlangsung. Bila ingin memotret, ambillah dari jarak yang pantas dan tidak menginterupsi prosesi ibadah agama tersebut.
7. Berpartisipasi dalam pemeliharaan kebersihan
Perayaan Festival Lampion Waisak di kompleks Candi Borobudur tidak sekadar acara pariwisata, tetapi juga merupakan ungkapan hormat kepada peninggalan budaya dan tempat suci. Oleh karena itu, Anda perlu membantu memelihara kebersihan area saat mengunjungi lokasi ini.
Pastikan bahwa lingkungan di area Candi Borobudur selalu rapi, sesuai dengan keadaannya saat Anda tiba. Apabila Anda mengonsumsi makanan atau minuman yang dikemas, harap membuang sampah pada tempatnya. Tidak dapat menemukan tong sampah? Simpanlah dulu dalam tas Anda lalu buang ketika sudah meninggalkan lokasi.
Perayaan Lampion Waisak di kompleks Candi Borobudur tidak hanya menyajikan ribuan lentera menerbangan di atas langit senja, namun juga memberikan momen batin dan warisan budaya yang memukau. Mudah-mudahan petualangannya kesana berjalan lancar!




