Pengembangan Water Taxi di Bali sebagai Solusi Kemacetan dan Peningkatan Pariwisata Berkelanjutan
Bali, yang dikenal sebagai destinasi wisata utama di Indonesia, kini menghadapi tantangan besar dalam hal kemacetan lalu lintas. Pertumbuhan kendaraan yang pesat, terutama sepeda motor dan mobil penumpang, membuat kondisi jalan raya tidak mampu menangani beban tersebut. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kendaraan di Bali mencapai 5,2 juta unit pada tahun 2024, dengan sepeda motor menyumbang hingga 4,5 juta unit. Hal ini berdampak pada kesulitan mobilitas dan kepadatan lalu lintas yang semakin meningkat.
Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah pusat dan daerah di Bali bersama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) serta Injourney Airports berencana melakukan kajian pengembangan water taxi sebagai solusi transportasi laut modern. Program ini merupakan bagian dari inisiatif strategis yang ditetapkan melalui Surat Keputusan Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Wilayah (Kemenko Infrawil). Tujuannya adalah untuk mendukung pariwisata berkelanjutan dan memperlancar mobilitas masyarakat di wilayah ini.
Water Taxi Sebagai Alternatif Transportasi Laut
Water taxi dianggap menjadi alternatif yang tepat untuk mengurangi beban lalu lintas darat, khususnya di kawasan pariwisata. Dengan menggunakan jalur laut, transportasi ini dapat mengurangi kepadatan kendaraan di jalan raya, sehingga membantu mempercepat pergerakan wisatawan dan masyarakat. Selain itu, water taxi juga diharapkan bisa menjadi sarana yang ramah lingkungan dan efisien dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
Wakil Direktur Utama ASDP, Yossianis Marciano, menjelaskan bahwa partisipasi perusahaan dalam penyusunan kajian water taxi adalah bentuk dukungan nyata terhadap upaya pemerintah dalam membangun ekosistem transportasi maritim. “Dengan spirit melayani dan menghubungkan nusantara, ASDP ingin memastikan bahwa setiap inisiatif transportasi laut dapat memberikan nilai tambah bagi pariwisata Indonesia serta mendorong tumbuhnya lapangan kerja baru bagi masyarakat di destinasi wisata,” ujarnya.
Sinergi Pemerintah dan Swasta dalam Pengembangan Transportasi Maritim
Program ini didukung oleh berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat dan daerah di Bali. Kemenko Infrawil memegang peran koordinasi lintas sektor, sementara Kementerian Perhubungan bertindak sebagai pengampu kebijakan transportasi. Di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, pemerintah berperan dalam integrasi daerah agar program ini dapat berjalan secara efektif.
Sinergi antara pemerintah dan swasta menjadi kunci dalam mempercepat lahirnya layanan transportasi laut yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Untuk mewujudkan rencana tersebut, pemerintah meminta ASDP dan InJourney Airports untuk menyusun kajian menyeluruh terkait rencana implementasi water taxi. Kajian ini mencakup aspek bisnis, sosial-budaya, hingga keberlanjutan, sehingga hasilnya diharapkan mampu memastikan manfaat optimal bagi masyarakat dan pariwisata Bali.
Potensi Water Taxi dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi
Water taxi memiliki potensi besar sebagai solusi strategis dalam mengurangi kepadatan lalu lintas di Bali. Saat ini, jumlah wisatawan ke Bali terus meningkat, dengan data Airport Council International (ACI) menunjukkan bahwa jumlah kunjungan telah mencapai 24 juta pada tahun 2024 dan diproyeksikan melonjak menjadi 32 juta wisatawan per tahun dalam lima tahun mendatang. Sektor pariwisata sendiri menyumbang lebih dari 52% terhadap PDRB Bali, dengan perputaran ekonomi mencapai sekitar Rp118 triliun per tahun.
Kehadiran water taxi diharapkan dapat memecah beban arus wisatawan, mengurangi kepadatan menuju bandara, serta memperluas akses perjalanan laut yang nyaman. Efisiensi mobilitas ini diproyeksikan meningkatkan belanja wisatawan sekaligus mendorong pertumbuhan usaha kecil dan menengah di sektor pariwisata Bali.
VP Komersial ASDP Rizki Dwianda menambahkan bahwa saat ini ASDP bersama InJourney Airports tengah menyusun kajian bisnis dan sosial budaya untuk memastikan implementasi water taxi memberikan multiplier effect yang optimal. “Kajian ini penting agar setiap langkah yang diambil benar-benar memberikan manfaat maksimal, baik dalam penciptaan lapangan kerja, peluang usaha baru, maupun peningkatan pendapatan masyarakat lokal,” tuturnya.
Visi Masa Depan Transportasi Maritim Nasional
ASDP memandang jalur laut bukan hanya sebagai moda transportasi alternatif, tetapi juga sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi baru. Arus perjalanan yang lebih lancar akan mempercepat perputaran ekonomi, memperluas distribusi logistik, serta mengurangi tingkat kemacetan yang selama ini berdampak pada kegiatan usaha masyarakat lokal.
Langkah penyusunan kajian ini sekaligus sejalan dengan visi pemerintah pusat dalam memperkuat konektivitas maritim nasional yang inklusif, efisien, dan berdaya saing, guna mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di seluruh wilayah Indonesia. Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan swasta, water taxi diharapkan menjadi salah satu ikon transportasi maritim yang sukses dan berkontribusi signifikan terhadap pembangunan Bali dan Indonesia secara keseluruhan.




