Italia Dikenal sebagai Negara dengan Tingkat Pencopetan Terbesar di Eropa
Italia sering disebut sebagai negara dengan tingkat pencopetan terburuk di Eropa. Berdasarkan riset yang dilakukan oleh perusahaan asuransi perjalanan Inggris, Qutozone, risiko wisatawan dicopet di Italia lebih tinggi dibandingkan Prancis dan Spanyol, meskipun jumlah wisatawan di kedua negara tersebut lebih besar. Para wisatawan dianjurkan untuk lebih waspada dalam menyimpan dompet dan barang berharga saat berkunjung ke Italia.
Menurut indeks pencopetan komprehensif Eropa dari Quotezone, Prancis dan Spanyol berada di peringkat kedua dan ketiga. Selain tiga negara tersebut, daftar peringkat lainnya mencakup Jerman, Belanda, Portugal, Turki, Yunani, Polandia, dan Republik Irlandia. Industri pariwisata di Eropa menjadi salah satu sektor yang paling rentan terhadap tindakan kriminal, termasuk pencurian dan perampokan.
Berdasarkan data dari perusahaan keamanan Global Guardian, sekitar 5,7 juta kasus pencurian, perampokan, dan pencopetan dilaporkan ke kepolisian Eropa setiap tahun. Namun, diperkirakan masih ada banyak kasus yang tidak dilaporkan. Kawasan wisata yang ramai seperti Las Ramblas di Barcelona dan Colosseum di Roma sering kali menjadi tempat yang paling rawan bagi para pencopet.
Lokasi yang Rentan Terhadap Tindakan Copet
Pencopet biasanya mengincar tempat-tempat yang ramai dan padat pengunjung. Riset Quotezone, yang dipimpin oleh pendiri dan CEO Greg Wilson, membandingkan frekuensi penyebutan “copetan” atau “pencurian” di berbagai platform ulasan wisatawan terkemuka untuk destinasi utama di Eropa. Hasilnya menunjukkan bahwa landmark ikonik di Italia seperti Fontana di Trevi (Air Mancur Trevi) menjadi daya tarik bagi para pencuri.
Di TripAdvisor, sekitar 1.000 ulasan tentang Air Mancur Trevi menyebutkan adanya tindakan pencopetan. Ulasan-ulasan terbaru mengimbau wisatawan untuk berhati-hati, bahkan ada yang mengklaim bahwa tempat itu “penuh copet dan penipu.” Seorang pengguna TripAdvisor yang mengunjungi Roma pada April 2025 menceritakan bahwa ia melihat seorang pencopet dikejar oleh polisi.
Namun, tidak semua pengguna TripAdvisor mengalami hal yang sama. Beberapa dari mereka mengatakan bahwa mereka tidak merasa terganggu oleh tindakan pencopet. Pengguna lainnya juga menyebutkan bahwa kehadiran petugas kepolisian di area tersebut semakin meningkat.
Selain landmark ikonik, wisatawan di Italia juga diminta tetap waspada di tempat-tempat lain. Misalnya, rute transportasi umum yang padat di kota-kota besar serta stasiun kereta api utama seperti Milano Centro, Roma Termini, dan Santa Maria Novella di Florence dikenal sebagai titik rawan pencopetan.
Tips Menghindari Tindakan Pencopetan
Ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk menghindari tindakan pencopetan selama berwisata di Italia. Pertama, gunakan celana yang memiliki risleting di saku. Pencopet sering kali mudah mengambil dompet dan ponsel jika saku celana tidak memiliki risleting. Selain itu, menggunakan tas pinggang atau tas yang diikat di pinggang akan membantu Anda melihat barang-barang berharga saat bepergian dengan transportasi umum atau mengunjungi tempat ramai.
Lebih baik menyimpan uang dalam bentuk sabuk uang tersembunyi daripada menyimpan semuanya di dompet. Cara ini bisa mencegah kehilangan uang secara keseluruhan. Selain itu, gunakan tas terpisah untuk setiap barang berharga agar lebih aman.
Untuk menghindari penjambretan, hindari berdiri dengan ponsel di tangan. Banyak kejadian menunjukkan bahwa posisi ini memudahkan penjambret melakukan aksinya. Jadi, lebih baik menjaga ponsel dalam kantong atau tas yang aman, terutama saat berada di tempat yang ramai.




