Jalur Pendakian Gunung Ciremai Dikawal Ketat Saat Perayaan Kemerdekaan

Posted on

Pengawasan Ketat di Jalur Pendakian Gunung Ciremai Saat Perayaan HUT ke-80 Kemerdekaan

Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC) melakukan pengawasan ketat di seluruh jalur pendakian resmi pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Pengawasan ini dilakukan oleh petugas yang berjaga di setiap jalur pendakian untuk memastikan pengunjung mengikuti prosedur yang telah ditetapkan dan disahkan oleh kepala balai.

Penyuluh Kehutanan BTNGC Nisa Syachera Febriyanti menjelaskan bahwa pengawasan di seluruh jalur pendakian resmi menuju puncak Gunung Ciremai dilakukan mulai 15 Agustus hingga 19 Agustus 2025. Pengawasan ini tidak hanya untuk para pendaki, tetapi juga untuk mitra pengelola jalur pendakian Gunung Ciremai.

Tujuan dari pengawasan ini adalah untuk memastikan kelancaran dan keselamatan pendaki di momen Hari Kemerdekaan RI. Hal ini dilakukan karena banyak pendaki yang tidak melakukan pendaftaran secara online, mendaki di luar waktu yang telah ditentukan, hingga pendaki tektok. Khusus untuk pendaki tektok, Nisa menjelaskan bahwa Taman Nasional Gunung Ciremai tidak melarang aktivitas di Gunung Ciremai, namun harus mengikuti aturan yang sudah ditetapkan.

Nisa juga memberi pesan kepada para pendaki yang akan naik Gunung Ciremai di momen HUT RI 17 Agustus. Ia menyarankan agar para pendaki melakukan persiapan dan mengikuti aturan yang berlaku. “Pendakian itu bukan kayak jalan-jalan ke mal, harus dipersiapkan mental dan fisik, ikuti aturan yang berlaku,” katanya.

Kuota Pendakian Masih Banyak Tersedia

Pendakian ke puncak Gunung Ciremai bisa dilakukan melalui beberapa jalur resmi, yaitu Palutungan, Linggajati, dan Linggasana di Kabupaten Kuningan, serta jalur Apuy dan Sadarehe di Kabupaten Majalengka. Masing-masing jalur memiliki kuota pendakian yang masih tersisa untuk merayakan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2025.

Ketua Koperasi Rimba Cipta Sejahtera, Ndun Abdulah, menyampaikan bahwa khususnya dari jalur Palutungan, Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, kuota pendakian masih cukup banyak. Berdasarkan data pemesanan online hingga 13 Agustus 2025 pukul 17.44 WIB, untuk pendakian pada 16 hingga 17 Agustus 2025 baru ada 153 pendaki dari kuota sebanyak 450 pendaki.

Ndun menyebut antusiasme pendaki yang ingin merayakan HUT kemerdekaan RI di Gunung Ciremai melalui jalur Palutungan tahun ini belum terlihat. Ia menilai tahun ini relatif sepi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Menurut Ndun, kemungkinan penyebabnya adalah faktor cuaca. “Agustus itu biasanya kemarau, tapi sekarang masih ada hujan,” ujarnya.

Meski masih terpantau sepi, Ndun menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan persiapan untuk menyambut pendaki yang akan datang nanti. Persiapan yang dilakukan antara lain membersihkan jalur hingga menyiapkan personil untuk berjaga. “Kami juga ada tim relawan yang bersiap di jalur, salah satunya dari teman-teman Uniku dan mahasiswa dari Cirebon,” tutur Ndun.

Imbauan untuk Para Pendaki

Ndun juga mengimbau kepada para pendaki yang ingin merayakan HUT Kemerdekaan RI agar mempersiapkan segala sesuatunya. Mulai dari persiapan fisik, mental, dan peralatan untuk pendakian. “Kami juga mengimbau agar para pendaki selalu mematuhi rambu dan aturan yang sudah ditetapkan. Naik dan turun selalu bersama-sama rombongan, saling menjaga satu sama lain,” ia berpesan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, jumlah tiket di jalur pendakian Linggarjati masih tersisa 167 tiket, di jalur Linggasana 200 tiket, dan jalur Sadarehe 169 tiket. Satu-satunya jalur pendakian ke puncak Gunung Ciremai pada tanggal tersebut yang sudah terjual habis hanya di jalur Apuy Majalengka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *