Kecelakaan Bus Damri di Bukit Belanda: Sopir Sebut Jalannya Mulus Namun Perjalanan Tak Terduga

Posted on


, TANA TIDUNG

Kecelakaan bus Damri yang kehilangan pengereman ketika mendaki di Bukit Belanda, menciptakan kesadaran tentang situasi jalan yang membentuk batas antara Kabupaten Tana Tidung dan Kabupaten Malinau.

Walaupun jalan tersebut terkenal mulus dan beraspal, pengendara lokal memberi peringatan tentang kebutuhan persiapan kendaraan serta teknik berkendara dengan baik ketika melewati bagian jalan yang naik dengan kemiringan cukup tajam.

Manto, seorang pengemudi kendaraan antar-jemur di Kabupaten Tana Tidung menyebut bahwa secara keseluruhan jalanan di Bukit Belanda telah membaik dengan kualitas yang baik dan tanpa adanya kerusakan signifikan.

“Rute yang melintasi Bukit Belanda ini meskipun melewati pegunungan tinggi cukup berkelok-kelok, namun pada dasarnya sangat halus karena telah dibuat aspal seluruhnya. Jalan tersebut tidak menimbulkan kendala apa pun, hanya sedikit berbelok dan dipadukan dengan adanya bukit yang menjulang,” ungkap Manto kepada , Sabtu (26/4/2025).

Namun begitu, Manto menyebutkan bahwa rute mendaki dari Malinau ke Tana Tidung terbilang cukup jauh dan penuh tantangan.

“Bila dilihat dari Malinau, perjalanannya memang lumayan jauh, hal ini menyebabkan beberapa kendaraan kemungkinan besar berbalik arah sebelum mencapai puncak,” terangnya.

Menurut dia, tidak seluruh kendaraan mampu menaklukkan rintangan itu, terlebih lagi kalau keadaan mesin telah kurang baik.

“Mungkin akan sedikit sulit jika tidak menggunakan kendaraan, terutama karena medannya yang cukup tinggi,” ungkap Manto.

Dia menyatakan bahwa kendaraan yang sering bermasalah umumnya merupakan unit dengan performa mesin yang telah merosot.

“Khusus seperti kendaraan yang mungkin telah memiliki mesin tua, kondisinya tidak baik atau sejenisnya, hal tersebutlah yang menyebabkannya menurun,” jelasnya.

Meskipun begitu, Manto menggarisbawahi bahwa kejadian kecelakaan di jalur Bukit Belanda sebetulnya tidak sering terjadi, terutama apabila kendaraannya berada dalam keadaan baik.

“Sekali-kali memang tidak pernah ada kecelakaan serius di sana yang menyebabkan mobil turun dengan drastis. Jika kendaraannya dalam kondisi baik dan jalurnya juga bagus, maka akan aman saja walaupun medannya sangat miring,” katanya.

Manto, seorang pengemudi yang kerap melintasi Bukit Belanda, berbagi beberapa saran krusial ketika mengendarai di rute itu.

“Pengalaman saya lewat di Bukit Belanda situ, kalau dari Malinau kita naik di tengah gunung itu harus ngoper gigi mobil,” katanya.

Manto menyarankan supir harus mempersiapkan persneling mobilnya saat berada di bawah gunung sebelum mulai mendaki.

“Sebagai langkah antisipasi, jika benar-benar enggan melakukan operasi pada gigi saat berada di puncak gunung, sebaiknya menggunakan beberapa gigi yang kuat dan tahan lama untuk mendaki,” jelas Manto.


(*)


Penulis : Rismayanti