,
Yogyakarta
– Ajang lari
Mandiri Jogja Marathon
(MJM) 2025 yang digelar pada 22 Juni mendatang, tak hanya menyuguhkan keanggunan
Candi Prambanan
bagi para pesertanya.
Event
sport tourism
yang melibatkan 9.200 pelari dari 17 negara itu juga mengajak peserta menikmati situs lain yang tersebar di seputar Kecamatan Prambanan yang terkenal dengan banyak candi bersejarah.
Ajang yang menghadirkan empat kategori lomba mulai dari Marathon, Half Marathon, 10K, dan 5K Fun Run itu mengajak peserta berlari sembari menyaksikan langsung candi-candi di sekitar Candi Prambanan, mulai dari Candi Lumbung, Candi Sewu, Candi Bubrah, hingga Monumen Plataran.
Race Director MJM 2025, Pandu Bagus Buntaran, mengatakan bahwa salah satu yang ditonjolkan dalam ajang adalah rute. “Rutenya memberikan pengalaman visual khas kawasan Prambanan Yogyakarta yang selalu jadi daya tarik para pelari terutama dari mancanegara,” kata Pandu, Kamis, 19 Juni 2025.
Pengalaman visual itu, kata Pandu, bisa menjadi referensi para pelari mancanegara untuk selanjutnya menjadikan
Yogyakarta
sebagai tujuan destinasi karena kekayaan situs sejarahnya.
Nilai Tolerasi di Nusantara
Meski Candi Prambanan dikenal sebagai candi Hindu, adanya sejumlah candi Buddha di sekitarnya menjadi daya tarik sejarah yang bisa dipelajari wisatawan tentang nilai-nilai toleransi di masa silam di Nusantara. Candi Sewu, yang merupakan candi Buddha yang dibangun pada abad ke-8 Masehi, hanya berjarak sekitar 800 meter di sebelah utara Candi Prambanan. Candi Sewu dikenal sebagai kompleks candi Buddha terbesar kedua setelah Candi Borobudur di Jawa Tengah.
Tak hanya itu, Candi Lumbung, yang juga kompleks candi Buddha abad ke-9, juga masih terletak di dalam kompleks Taman Wisata Candi Prambanan.
Rute ini melewati belasan dukuh/desa di Kecamatan Kalasan dan Prambanan Kabupaten Sleman Yogyakarta itu, peserta selama pelaksanaan kurang lebih 7 jam bisa melihat langsung dengan kultur yang ada di kawasan itu.
Pandu mengatakan, rute yang disiapkan telah bersertifikasi Association of International Marathons and Distance Races (AIMS). Ia memastikan jika rute itu sudah memenuhi aspek teknis global yang memungkinkan pencatatan waktu resmi bagi pelari nasional maupun internasional.
Penarik Kunjungan Wisatawan
Adapun Kepala Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta, Imam Pratanadi menuturkan,
sport tourism
berskala internasional telah menjadi salah satu primadona
event
dalam mengerek kunjungan wisatawan mancanegara yang kondisinya masih berbanding jauh dibanding kunjungan domestik.
“Untuk mengerek kunjungan mancanagara itu, yang sangat dibutuhkan memperkuat
branding
bahwa Yogyakarta adalah destinasi
sport tourism
, seperti ajang ini,” kata dia.
Menurut Imam, dalam promosi wisata,
event
menjadi kekuatan kunci. Sebab,
event
tak hanya akan mendorong peningkatan kunjungan wisatawan, tapi juga memperpanjang masa tinggal, dan menciptakan sirkulasi ekonomi di sektor pariwisata lain.
“Ajang yang sudah digelar sejak 2017 ini berhasil menggabungkan olahraga, budaya, dan potensi ekonomi daerah dalam satu platform yang kuat,” ujar Imam.
Empat Kategori Lomba
MJM 2025 akan menghadirkan empat kategori lomba utama mulai dari Marathon, Half Marathon, 10K, dan 5K Fun Run dan melibatkan 9.200 pelari dari 17 negara seperti Kenya, Amerika Serikat (AS), Inggris Raya, Korea Selatan, China, Jepang, Malaysia, Singapura dan lainnya, menjadikannya salah satu ajang marathon paling masif dan inklusif di Indonesia tahun ini.
Wakil Presiden Eksekutif Senior Bank Mandiri M. Wisnu Trihanggodo mengatakan, dari data dua tahun terakhir penyelenggaraan, event itu diketahui telah memberikan dorongan signifikan dari sektor ekonomi kawasan. Dalam dua tahun terakhir, kata dia, MJM telah mendorong pertumbuhan belanja di wilayah DIY, khususnya pada minggu pelaksanaannya, lebih dari sepertiga dibandingkan rata-rata periode normal.
“Dampak tersebut berasal dari pergerakan wisatawan domestik dan mancanegara yang mengikuti rangkaian lomba, serta aktivitas turunan di sektor perhotelan, transportasi, kuliner, hingga UMKM lokal,” kata dia.
Pilihan Editor:
Nasib Candi yang Terbengkalai




