Pasar Petak Sembilan: Destinasi Wisata Budaya dan Kuliner di Jakarta
Pasar tradisional sering kali hanya dianggap sebagai tempat untuk membeli kebutuhan sehari-hari. Namun, beberapa pasar di Indonesia memiliki keunikan yang membuatnya menjadi destinasi wisata yang menarik. Salah satunya adalah Pasar Petak Sembilan di kawasan Glodok, Jakarta Barat. Lokasinya berada di Jalan Kemenangan III, Petak Sembilan, Kelurahan Glodok, Kecamatan Tamansari, DKI Jakarta.
Keunikan Pasar Petak Sembilan
Pasar ini dikenal dengan berbagai keunikan, mulai dari kuliner khas Tionghoa hingga keberadaan pedagang daging kodok yang jarang ditemui di pasar lain. Salah satu daya tarik utama adalah adanya penjual daging kodok yang menjual bahan pangan ini dalam bentuk hidup maupun sudah dikuliti. Leman, salah satu pedagang lama di sini, telah menjual daging kodok selama 20 tahun. Ia menjelaskan bahwa kebanyakan pelanggan berasal dari kalangan masyarakat Tionghoa yang biasa mengolah kodok untuk masakan khas.
Jenis Kodok yang Dijual
Terdapat dua jenis kodok yang umum dijual di Pasar Petak Sembilan, yaitu kodok sawah dan kodok batu. Kodok batu biasanya dijual dalam kondisi hidup dan dibawa langsung dari Tasikmalaya dan Sukabumi, Jawa Barat. Harga daging kodok bisa mencapai tiga hingga empat kali lipat lebih mahal dibanding daging ayam. Per kilogramnya berkisar antara Rp 70.000 hingga Rp 110.000, tergantung jenisnya. Kodok batu biasanya lebih mahal karena lebih sulit didapat.
Pengolahan Kodok
Kodok sawah harus dikuliti terlebih dahulu sebelum dimasak, sedangkan kodok batu bisa langsung diolah tanpa perlu dikuliti karena kulitnya bisa ikut disantap. Leman sering membantu pembeli dalam menguliti kodok sawah agar lebih praktis saat dimasak. Namun, pasokan kodok tidak selalu lancar, terutama saat bulan purnama ketika kodok sulit ditangkap.
Pengaruh Budaya Tionghoa
Keberadaan daging kodok di Pasar Petak Sembilan tidak lepas dari pengaruh budaya Tionghoa yang kuat di kawasan Glodok. Kodok telah menjadi bagian dari kuliner tradisional Tionghoa dan dipercaya memiliki cita rasa khas serta manfaat tertentu. Selain itu, pasar ini ramai saat mendekati perayaan Imlek. Banyak pengunjung datang untuk membeli kue keranjang, hiasan, serta pernak-pernik khas Imlek. Suasananya semakin semarak dengan ornamen merah dan emas yang menghiasi toko serta lapak pedagang.
Wisata Kuliner dan Budaya
Di sekitar pasar, wisatawan juga bisa menikmati wisata kuliner khas Pecinan. Mulai dari bakmi, kue tradisional, hingga jajanan khas Tionghoa banyak tersedia. Pasar Petak Sembilan kini semakin sering dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara. Mereka datang bukan hanya untuk berbelanja, tetapi juga untuk merasakan atmosfer khas Pecinan Jakarta yang kental dengan nuansa sejarah dan budaya.
Akses dan Tips Berkunjung
Lokasi Pasar Petak Sembilan relatif mudah diakses. Berada dekat dengan Stasiun Jakarta Kota dan bisa dicapai dengan berjalan kaki sekira 10 menit. Selain itu, banyak angkutan umum dan transportasi online yang melintas di kawasan Glodok.
Bagi yang ingin berkunjung, berikut beberapa tips:
– Datang pagi hari – suasana pasar lebih segar dan pilihan barang lebih lengkap.
– Bawa uang tunai – sebagian besar pedagang belum menerima pembayaran non-tunai.
– Gunakan alas kaki nyaman – jalanan pasar sempit dan kadang licin.
– Jelajahi sekitar pasar – jangan lewatkan kuliner khas Pecinan yang banyak tersebar di sekitar area.
– Hormati tradisi lokal – kawasan ini kental dengan budaya Tionghoa, jadi penting untuk menjaga sikap saat berkunjung.
Pasar Petak Sembilan di Glodok, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat bukan sekadar tempat jual beli kebutuhan sehari-hari. Keberadaan pedagang daging kodok, kuliner khas Tionghoa, serta suasana Pecinan yang kental menjadikan pasar ini sebagai destinasi wisata unik di tengah ibu kota. Bagi yang ingin merasakan pengalaman berbeda saat berwisata di Jakarta, menyusuri lorong-lorong Pasar Petak Sembilan bisa menjadi pilihan menarik. Selain bisa menemukan hal-hal unik seperti daging kodok, kamu juga akan merasakan atmosfer budaya Tionghoa yang kuat di salah satu kawasan bersejarah Jakarta.




