LAMPUNG,
– Ratusan pengemudi truk dan kendaraan wisata di Kabupaten Way Kanan, Lampung, bergotong royong memperbaiki jalannya yang rusak.
Penghancuran jalur komunikasi antar kecamatan tersebut sudah berlangsung selama puluhan tahun dan kini mengalami kerusakan yang cukup ekstrem.
Dalam video yang diterima
Terlihat beberapa orang laki-laki sedang mengisi lubang di jalanan yang berair dengan tanah.
Kolam air dan lobang tersebut diisi dengan batu secara manual sehingga dapat dilalui oleh kendaraan.
Juga terdapat sebuah truk yang membawa bebatuan di tempat itu.
Tindakan tersebut dilaksanakan oleh para pengemudi kendaraan wisata bersama dengan truck di Jalur Kampung Banjar Baru, yang mempersatukan Kecamatan Baradatu dengan Kecamatan Banjit, Kabupaten Way Kanan, pada hari Sabtu, 26 April 2025.
Yogi, koordinator dari tindakan tersebut, menyebut bahwa pengumpulan bahan tersebut dilaksanakan dengan sukarela bersama para supir truk dan masyarakat sekitar. Dia menambahkan bahwa kegiatan mirip sudah pernah dijalankan seminggu yang lalu.
Namun, walaupun sudah menjadi sorotan publik, belum ada tindakan dari pihak berwenang untuk mengatasi masalah jalannya yang rusak.
“Oleh karena itu mari kita bertindak kembali, sekaligus menambah bahan untuk perbaikan jalanan,” katanya ketika dihubungi pada hari Sabtu sore.
Dana yang dipakai untuk pembelian bahan bangunan dan keperluan hidup sehari-hari berasal dari donasi para pengemudi dan warga di area tersebut.
Jumlah dana yang berhasil dikumpulkan adalah Rp 7,8 juta.
“Sumbangan ini datangnya dari teman-teman, jadi kita tidak perlu menunda lagi. Ayo mulai bekerja saja,” katanya.
Sebagaimana dilaporkan sebelumnya, beberapa pengemudi truk dengan sukarela membenahi jalannya yang rusak di Kabupaten Way Kanan, Lampung.
Pengemudi truk itu menyatakan bahwa jalannya telah lebih dari satu dekade belum ditangani oleh pihak berwenang setempat untuk perbaikan.
Seorang pengemudi truk bernama Encek (37) menyebut bahwa tempat kejadian tersebut terletak di jalur kelurahan Banjar Mulia, kecamatan Baradatu, kabupaten Way Kanan.
Menurut dia, kondisi rusak parah tersebut terjadi di sebagian besar jalanan yang menghubungkan desa-desa tersebut.
Encek menyebutkan bahwa jalannya merupakan rute penting bagi petani setempat di desa tersebut untuk mencapai jalan utama.
Kerusakan pada jalur tersebut dianggap cukup merugian bagi para pengemudi truk yang mengangkut produk tanaman milik petani keperkebunan setempat.
