6 Geopark Indonesia yang Mendunia, Diakui UNESCO

Posted on

Keunikan dan Kekayaan Geopark Indonesia yang Diakui Dunia

Indonesia kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional dengan dua geopark baru yang resmi masuk daftar UNESCO Global Geopark (UGGp). Kedua geopark tersebut adalah Geopark Kebumen di Jawa Tengah dan Geopark Meratus di Kalimantan Selatan. Ini menambah jumlah geopark Indonesia yang diakui dunia menjadi enam, yang mencerminkan kekayaan alam, budaya, dan nilai geologis yang luar biasa.

Geopark tidak hanya menjadi destinasi wisata alam, tetapi juga tempat yang memadukan konservasi lingkungan, edukasi, dan pengembangan ekonomi berkelanjutan. Berikut ini adalah enam geopark Indonesia yang telah mendapatkan pengakuan internasional:

1. Ijen Geopark, Jawa Timur

Ijen Geopark dikenal karena keindahan alam dan kekayaan geologinya. Kawasan ini mencakup wilayah Banyuwangi, Bondowoso, hingga Situbondo. Salah satu ikon utamanya adalah Gunung Ijen dengan Kawah Ijen yang memiliki fenomena Blue Fire langka. Selain itu, terdapat Taman Nasional Alas Purwo dan Baluran yang menyimpan keanekaragaman hayati.

Wisatawan dapat menikmati pemandangan hutan pegunungan yang menawan serta melihat aktivitas penambangan belerang tradisional yang unik. Kawah Ijen juga memiliki danau berwarna hijau toska dengan kedalaman 200 meter.

2. Maros Pangkep Geopark, Sulawesi Selatan

Maros Pangkep Geopark merupakan kawasan karst terbesar kedua di dunia setelah Cina Selatan. Bentang alamnya menampilkan menara karst dari batu gamping yang indah. Terdapat 1.437 spesies flora dan fauna, termasuk 153 spesies endemik Sulawesi.

Selain keindahan alam, kawasan ini juga menyimpan jejak peradaban kuno seperti gua prasejarah dan lukisan dinding berusia ribuan tahun. Wisatawan bisa berkunjung ke Taman Kupu-kupu Bantimurung atau menjelajahi kehidupan masyarakat Bugis dan Makassar.

3. Merangin Jambi Geopark, Jambi

Merangin Jambi Geopark dikenal dengan fosil flora berusia sekitar 300 juta tahun. Fosil ini pertama kali ditemukan pada tahun 1926 dan menjadi daya tarik utama kawasan yang ditetapkan sebagai Geopark Nasional sejak 2013.

Selain kekayaan geologi, kawasan ini menawarkan aktivitas arung jeram di Sungai Merangin dan menjelajahi hutan tropis yang kaya akan flora dan fauna endemik. Warisan budaya seperti Batu Larung dan Prasasti Karang Berahi turut memperkuat identitas kawasan ini.

4. Raja Ampat Geopark, Papua Barat Daya

Raja Ampat kini diakui sebagai UNESCO Global Geopark. Kawasan ini menjadi rumah bagi lebih dari 75 persen jenis karang dunia dan ratusan biota laut langka. Spesies unik seperti hiu karpet berjalan hanya bisa ditemukan di sini.

Selain kekayaan hayati, Raja Ampat juga menyimpan warisan budaya. Lukisan gua prasejarah dan kehidupan masyarakat adat yang mengandalkan laut sebagai sumber pangan menjadi bagian dari keunikan kawasan ini. Aktivitas wisata seperti diving, snorkeling, dan birdwatching sangat diminati.

5. Kebumen Geopark, Jawa Tengah

Geopark Kebumen resmi masuk daftar UNESCO Global Geopark pada April 2025. Dijuluki The Mother of Earth, kawasan ini menyimpan kekayaan geodiversitas dan biodiversitas. Salah satu daya tariknya adalah Lava Bantal dan Rijang Merah di Desa Seboro, serta Watu Kelir yang menampilkan pertemuan dua jenis batuan berbeda.

Geopark ini juga memiliki air panas alami Krakal yang dipercaya bermanfaat untuk kesehatan. Wisatawan bisa menikmati keindahan stalaktit Goa Jatijajar atau sunrise di Bukit Pentulu Indah.

6. Meratus Geopark, Kalimantan Selatan

Geopark Meratus di Kalimantan Selatan resmi menyandang status UNESCO Global Geopark pada 2025. Kawasan ini menawarkan perpaduan keindahan alam pegunungan, keanekaragaman hayati, dan kekayaan budaya masyarakat adat.

Bentang alam Pegunungan Meratus memiliki formasi geologi unik, termasuk seri ofiolit tertua di Indonesia. Kekayaan geologi ini mendukung keragaman hayati, mulai dari anggrek endemik hingga bekantan—primata khas Kalimantan.

Selain alamnya, kawasan ini juga kaya budaya. Suku Dayak Meratus dan Banjar hidup berdampingan dengan tradisi leluhur yang tercermin dalam Pasar Terapung Lok Baintan dan kain Sasirangan. Berbagai kegiatan budaya dan pariwisata rutin digelar, seperti Meratus Great Culture Carnival dan Festival Pasar Terapung.

Deretan geopark yang diakui UNESCO membuktikan bahwa alam Indonesia bukan hanya indah, tetapi juga bernilai ilmiah, budaya, dan edukasi yang patut dijaga bersama. Menjelajahi destinasi ini berarti ikut merasakan kebanggaan sekaligus tanggung jawab untuk melestarikan warisan alam yang diakui dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *